Hyperlink Dalam GIS

21 Jun

Halo ! Pada pertemuan kali ini saya akan membahas tentang hyperlink yang ada di dalam GIS. Kali ini yang akan di hyperlink pada GIS adalah foto2 hasil survey kami mengenai pusat-pusat perbelanjaan, seperti mall, alfamart, indomart dan pasar tradisional yang berada di sebagian Kota bandung. Oke, untuk memulainya, berikut ini merupakan langkah-langkahnya :

Pertama2, buka file dari excel yang telah kita buat, lalu double klik dan klik hanya sheet1

Pertama2, buka file dari excel yang telah kita buat, lalu double klik dan klik hanya sheet1 and add data

Kemudian klik kanan, display x, y data untuk menampilkan data hasil survey gpsnya

Kemudian klik kanan, display x, y data untuk menampilkan data hasil survey gpsnya

kemudian klik projected coordinated systems

kemudian klik projected coordinated systems

Kemudian klik kanan, display x, y data untuk menampilkan data hasil survey gpsnya

Kemudian klik kanan, display x, y data untuk menampilkan data hasil survey gpsnya

kemudian klik projected coordinated systems

kemudian klik projected coordinated systems

Pilih WGS 1984 UTM Zone 48 S karena Bandung berada di titik koordinat ini dan pada saat survey gps menggunakan UTM

Pilih WGS 1984 UTM Zone 48 S karena Bandung berada di titik koordinat ini dan pada saat survey gps menggunakan UTM

Kemudian klik ok

Kemudian klik ok

Kemudian klik kanan pada sheet1 event, lalu export data

Kemudian klik kanan pada sheet1 event, lalu export data

Lalu simpan pada folder yang kita inginkan, klik ok

Lalu simpan pada folder yang kita inginkan, klik ok

Pada file yang telah di export, klik kanan, properties, open attribute table, lalu klik option and add field

Pada file yang telah di export, klik kanan, properties, open attribute table, lalu klik option and add field

Pada field, isi nama fieldnya dengan hyperlink, type text dan panjang karakternya 300

Pada field, isi nama fieldnya dengan hyperlink, type text dan panjang karakternya 300

Kemudian pada field hyperlink, klik kanan lalu klik field calculator

Kemudian pada field hyperlink, klik kanan lalu klik field calculator

Lalu, copy nama folder foto yang akan di hyperlink di dalam GIS

Lalu, copy nama folder foto yang akan di hyperlink di dalam GIS

Kemudian pada field hyperlink, klik kanan lalu klik field calculator

Kemudian pada field hyperlink, klik kanan lalu klik field calculator

Kemudian pada calculator tersebut, ketik "folder nama foto kita

Kemudian pada calculator tersebut, ketik “folder nama foto kita\”&foto1

Setelah itu remove data yang belum di export. Setelah field calculator diisi, klik kanan pada file tersebut, lalu klik properties dan klik display, kemudian aktifkan hyperlink, lalu pilih hyperlink dan klik ok

Setelah itu remove data yang belum di export. Setelah field calculator diisi, klik kanan pada file tersebut, lalu klik properties dan klik display, kemudian aktifkan hyperlink, lalu pilih hyperlink dan klik ok

Kemudian aktifkan hyperlink pada toolbars, lalu dekatkan pada data point kita, setelah itu pasti akan tertulis link file foto kita, tinggal klik lalu file foto kita pun akan keluar

Kemudian aktifkan hyperlink pada toolbars, lalu dekatkan pada data point kita, setelah itu pasti akan tertulis link file foto kita, tinggal klik lalu file foto kita pun akan keluar

Oke, langkah-langkah yang mudah bukan ? Jika anda masih kesulitan bagaimana untuk menginsert foto pada gis, tinggal ikuti langkah-langkah di atas. Terima kasih🙂

[Pertemuan 1] Macam-Macam Jenis Citra Satelit dan Penggunaannya Serta Menggabungkan Band Pada Landsat

17 Mei

Hi ! What’s up ? Ini adalah tulisan saya pada pertemuan 1 di semester 6 Mata Kuliah Komp. SIP 2. Kali ini saya akan membahas citra satelit, macam-macam jenis citra satelit, dan penggunaanya. Oke, check this out😀

Citra adalah gambaran kenampakan permukaan bumi hasil penginderaan pada spectrum elektromagnetik tertentu yang ditayangkan pada layar atau disimpan pada media rekam atau cetak. Citra satelit adalah penginderaan jauh, yaitu ilmu atau seni cara merekam suatu objek tanpa kontak fisik dengan menggunakan alat pada pesawat terbang, balon udara, satelit, dan lain-lain. Dalam hal ini yang direkam adalah permukaan bumi untuk berbagai kepentingan manusia.

Berdasarkan Misinya,  satelit penginderaan jauh dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu satelit cuaca dan satelit sumberdaya alam.

  1. Citra satelit cuaca terdiri dari TIROS-1, ATS-1, GOES, NOAA AVHRR, MODIS, DMSP
  2. Citra satelit alam terdiri dari resolusi rendah, yaitu : SPOT, LANDSAT, dan ASTER dan citra satelit resolusi tinggi, yaitu : IKONOS dan QUICKBIRD

Berikut ini merupakan penjelasan dari macam-macam jenis citra satelit

– Satelit Landsat (land satelite)

Citra Landsat TM merupakan salah satu jenis citra satelit penginderaan jauh yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh pasif. Landsat memiliki 7 saluran dimana tiap saluran menggunakan panjang gelombang tertentu. Satelit landsat merupakan satelit dengan jenis orbit sunsynkron (mengorbit bumi dengan hampir melewati kutub, memotong arah rotasi bumi dengan sudut inklinasi 98,2 derajat dan ketinggian orbitnya 705 km dari permukaan bumi. Luas liputan per scene 185 km x 185 km. Landsat mempunyai kemampuan untuk meliput daerah yang sama pada permukaan bumi pada setiap 16 hari, pada ketinggian orbit 705 km (Sitanggang, 1999 dalam Ratnasari, 2000). Fungsi dari satelit landsat adalah untuk pemetaan penutupan lahan, pemetaan penggunaan lahan, pemetaan tanah, pemetaan geologi, dan pemetaan suhu permukaan laut.

Salah Satu Contoh Landsat

Salah  satu contoh citra satelit Landsat

– Satelit SPOT (systeme pour I’observation de la terre)

Merupakan satelit milik perancis yang mengusung pengindera HRV (SPOT1,2,3,4) dan HRG (SPOT5). Satelit ini mengorbit pada ketinggian 830 km dengan sudut inklinasi 80 derajat. satelit SPOT memiliki keunggulan pada sistem sensornya yang membawa dua sensor identik yang disebut HRVIR (haute resolution visibel infrared). Masing-masing sensor dapat diatur sumbu pengamatanya kekiri dan kekanan memotong arah lintasan satelit merekam sampai 7 bidang liputan. Fungsi dari satelit SPOT adalah untuk akurasi monitoring bumi secara global.

Salah satu jenis citra satelite SPOT

Salah satu contoh citra satelit SPOT

– Satelit ASTER (advanced spaceborne emission and reflecton radiometer)

Satelit yang dikembangkan negara Jepang dimana sensor yang dibawa terdiri dari VNIR, SWIR, dan TIR. Satelit ini memiliki orbit sunshyncronus yaitu orbit satelit yang menyelaraskan pergerakan satelit dalam orbit presisi bidang orbit dan pergerakan bumi mengelilingi matahari, sedemikian rupa sehingga satelit tersebut akan melewati lokasi tertentu di permukaan bumi selalu pada waktu lokal yang sama setiap harinya. Ketinggian orbitnya 707 km dengan sudut inklinasi 98,2 derajat.

Salah satu contoh citra satelit ASTER

Salah satu contoh citra satelit ASTER

– Satelit QUICKBIRD

Merupakan satelit resolusi tinggi dengan resolusi spasial 61 cm, mengorbit pada ketinggian 450 km secara sinkron matahari, satelit ini memiliki dua sensor utama yaitu pankromatik dan multispektral. Quickbird diluncurkan pada bulan oktober 2001 di California, AS. Quickbird memiliki empat saluran (band). Fungsi dari satelit QUICKBIRD adalah untuk mendukung aplikasi kekotaan, pengenalan pola permukiman, perluasan daerah terbangun, menyajikan variasi fenomena yang tekait dengan kota, dan untuk lahan pertanian, terkait dengan umur, kesehatan, dan kerapatan tanaman semusim, sehingga seringkali dipakai untuk menaksir tingkat produksi secara regional.

Salah satu contoh citra satelit QUICKBIRD

Salah satu contoh citra satelit QUICKBIRD

– Satelit IKONOS

Ikonos adalah satelit resolusi spasial tinggi yang diluncurkan bulan september 1999. merekam data multispektral 4 kanal pada resolusi 4 m. Ketinggian orbitnya 681 km. Citra resolusi tinggi sangat cocok untuk analisis detil, misalnya wilayah perkotaan tapi tidak efektif apabila digunakan untuk analisis yang bersifat regional. Fungsi dari satelit IKONOS adalah untuk pemetaan topografi dari skala kecil hingga menengah, menghasilkan peta baru, memperbaharui peta topografi yang sudah ada, dan mengoptimalkan penggunaan pupuk dan herbisida.

Salah satu contoh citra satelite IKONOS

Salah satu contoh citra satelit IKONOS

-Satelit ALOS

Jepang menjadi salah satu negara yang paling inovatif dalam pengembangan teknologi satelit penginderajaan jarak jauh setelah diluncurkannya satelit ALOS (Advaced Land Observing Satellite) pada tanggal 24 Januari 2006. ALOS adalah satelit pemantau lingkungan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kartografi, observasi wilayah,pemantauan bencana alam dan survey sumber daya alam.

Salah satu contoh citra satelit ALOS

Salah satu contoh citra satelit ALOS

-Satelit GeoEye

GeoEye-1 merupakan Satelit pengamat Bumi yang pembuatannya disponsori oleh Google dan National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) yang diluncurkan pada 6 September 2008 dari Vandenberg Air Force Base, California, AS. Satelit ini mampu memetakan gambar dengan resolusi gambar yang sangat tinggi dan merupakan satelit komersial dengan pencitraan gambar tertinggi yang ada di orbit bumi saat ini.

Salah satu contoh citra satelit geoeye

Salah satu contoh citra satelit geoeye

-Satelit WorldView

Satelit World View-2 adalah satelit generasi terbaru dari Digital globe yang diluncurkan pada tanggal 8 Oktober 2009. Citra Satelit yang dihasilkan selain memiliki resolusi spasial yang tinggi juga memiliki resolusi spectral yang lebih lengkap dibandingkan produk citra sebelumnya. Resolusi spasial yang dimiliki citra satelit WorldView-2 ini lebih tinggi, yaitu : 0.46 m – 0.5 m untuk citra pankromatik dan 1.84 m untuk citra multispektral. Citra multispektral dari World View-2 ini memiliki jumlah band sebanyak 8 band, sehingga sangat memadai bagi keperluan analisis-analisis spasial sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Salah satu contoh citra satelit world view

Salah satu contoh citra satelit world view

-Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration)

Satelit NOAA merupakan satelit meterologi generasi ketiga milik ”National Oceanicand Atmospheric Administration” (NOAA) Amerika Serikat. Munculnya satelit ini untukmenggantikan generasi satelit sebelumnya, seperti seri TIROS (Television and Infra Red Observation Sattelite, tahun 1960-1965) dan seri IOS (Infra Red Observation Sattelite,tahun 1970-1976). Konfigurasi satelit NOAA adalah pada ketinggian orbit 833-870 km,inklinasi sekitar 98,7 ° – 98,9 °, mempunyai kemampuan mengindera suatu daerah 2 x dalam 24 jam (sehari semalam).
Seri NOAA ini dilengkapi dengan 6 (enam) sensor utama, yaitu :
1. AVHRR (Advanced Very High Resolution Radiometer);
2. TOVS (Tiros Operational Vertical Sonde);
3. HIRS (High Resolution Infrared Sounder (bagian dari TOVS);
4. DCS (Data Collection System)
5. SEM (Space Environtment Monitor);
6. SARSAT (Search And Rescue Satelite System).
Satelit NOAA digunakan untuk membuat peta suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature Maps/SST Maps), monitoring iklim, studi El Nino, dan deteksi ars laut untuk memandu kapal-kapal pada dasar laut dengan ikan berlimpah.

Salah satu contoh citra satelit NOAA

Salah satu contoh citra satelit NOAA

Selain dari citra satelit yang disebtkan di atas, masih ada tiga jenis citra satelit lagi yang sering digunakan, yaitu Terra, IRS (The Indian Remote Sensing) dan Meteosat.

-Terra

Terra adalah sebuah citra satelit yang merupakan sebuah spectrometer citra beresolusi tinggi yang dapat mengamati tempat yang sama di permukaan bumi setiap hari. Fungsi dari citra satelit ini adalah untuk pengamatan vegetasi, radiasi permukaan bumi, pendeteksian tutupan lahan, pendeteksian kebakaran hutan, dan pengkuran suhu permukaan bumi.

Salah satu contoh citra satelit TERRA

Salah satu contoh citra satelit TERRA

-The Indian Remote Sensing (IRS)
IRS adalah sistem satelit untuk meyediakan informasi manajemen sumberdaya alam yang berharga. Fungsi dari citra satelit ini adalah untu perencanaan perkotaan dan manajemen bencana.

Salah satu contoh citra satelit IRS

Salah satu contoh citra satelit IRS

-Meteosat

Meteosat adalah sebuah satelit geostasioner yang digunakan dalam program meteorologi dunia. Mengamati fenomena yang relevan bagi ahli meteorologi.

Salah satu contoh citra satelit Meteosat

Salah satu contoh citra satelit Meteosat

Setelah kita mengetahui apa saja jenis citra satelit dan penggunaannya, tulisan kali ini juga akan membahas tentang materi pada pertemuan 1, yaitu bagaimana cara menggabungkan band pada citra landsat, sehingga citra landsat yang pada awalnya belum berbentuk rgb (red, green, blue) menjadi rgb. So check this out🙂

Add file landsat yang terdiri dari beberapa bands

Add file landsat yang terdiri dari beberapa bands

Lalu klik data management tools

Lalu klik data management tools

Kemudian klik raster

Kemudian klik raster

Kemudian klik raster

Kemudian klik raster

4

Kemudian pada raster processing, klik composite band

Kemudian, pada input raster, klik band1.tif
Kemudian, pada input raster, klik band1.tif

Lakukan hal yang sama pada band2.tif sampai band5.tif

Lakukan hal yang sama pada band2.tif sampai band5.tif, lalu klik ok

Maka akan terlihat hasil proses composite band, dan klik close ketika kotak composite band tertulis complete

Maka akan terlihat hasil proses composite band, dan klik close ketika kotak composite band tertulis complete

Untuk mengatur warna rgb, klik properties

Untuk mengatur warna RGB, klik properties

Kemudian klik toolbar symbology, lalu ubah band1 menjadi band 3

Kemudian klik toolbar symbology, lalu ubah band1 menjadi band3

Kemudian ubah band3 menjadi band1

Kemudian ubah band3 menjadi band1

Setelah itu, lihat hasilnya, maka warna RGB sudah sesuai dengan data citra satelit aslinya

Setelah itu, lihat hasilnya, maka warna RGB sudah sesuai dengan data citra satelit aslinya

Sumber :

http://rizkyoktaviani.blogspot.com/2012/07/pengenalan-jenis-jenis-citra-satelit.html

http://www.ilmutanah.unpad.ac.id/media/filepublic/tugas_mahasiswa/2012/Peran_Citra_Satelit_Dalam_Pengelolaan_Sumber_Daya_Lahan.pdf

Layout Peta

3 Jan

Pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan tentang layout peta dan langkah-langkah pembuatannya pada GIS. Layout peta merupakan susunan yang ada pada sebuah peta. Umumnya, komponen-komponen yang harus ada pada peta adalah judul peta, tampilan peta, skala batang, skala teks, arah mata angin, legenda, peta orientasi, grid dan sumber. Akan tetapi, pada tulisan ini, peta orientasi tidak dimasukkan ke dalam layout peta yang akan dibuat karena penulis belum memiliki peta orientasi Kabupatennya. But, don’t worry, i’ll upload it later🙂 Oke, so check this out how to make a map layout🙂

Buka file peta yang akan dilayout pada arcgis

Buka file peta yang akan dilayout pada arcgis

Kemudian klik layout view (samping data view) pada toolbar yang berada di bawah

Kemudian klik layout view (samping data view) pada toolbar yang berada di bawah

Setelah itu akan muncul peta hasil layoutnya dan untuk mengatur kertas, klik file dan klik page and print setup

Setelah itu akan muncul peta hasil layoutnya dan untuk mengatur kertas, klik file dan klik page and print setup

Kemudian untuk size paper, saya pilih yang A3 (sesuai kebutuhan)

Kemudian untuk size paper, saya pilih yang A3 (sesuai kebutuhan)

Untuk membuat peta menjadi landscape, klik properties

Untuk membuat peta menjadi landscape, klik properties

Pada orientation, pilih landscape

Pada orientation, pilih landscape

Kemudian akan terlihat bentuk kertas telah berubah menjadi A3 dan landscape. Untuk memperbesar kota, klik pada kotak dan kemudian perbesar kotak

Kemudian akan terlihat bentuk kertas telah berubah menjadi A3 dan landscape. Untuk memperbesar kotak, klik pada kotak dan kemudian perbesar kotak

Jika toolbar layout belum ada, klik kanan pada toolbar dan aktifkan kolom layout

Jika toolbar layout belum ada, klik kanan pada toolbar dan aktifkan kolom layout

Setelah itu, klik zoom in pada toolbar layout untuk memperbesar peta

Setelah itu, klik zoom in pada toolbar layout untuk memperbesar peta

Maka ukuran peta pun menjadi besar setelah di zoom in

Maka ukuran peta pun menjadi besar setelah di zoom in

Setelah itu, buat kotak keterangan pada toolbar drawing dan klik new rectangle

Setelah itu, buat kotak keterangan pada toolbar drawing dan klik new rectangle

kemudian klik properties untuk mengedit kotak keterangan tersebut

kemudian klik properties untuk mengedit kotak keterangan tersebut

Klik pada kolom fill color dan pilih no color sehingga tidak ada warna yang mengisi kotak keterangan

Klik pada kolom fill color dan pilih no color sehingga tidak ada warna yang mengisi kotak keterangan

Pada kolom outline color, pilih warna hitam sebagai outline color (sesuai kebutuhan)

Pada kolom outline color, pilih warna hitam sebagai outline color (sesuai kebutuhan)

kemudian klik ok

kemudian klik ok

Maka kotak pun akan terlihat seperti gambar di atas

Maka kotak pun akan terlihat seperti gambar di atas

Untuk membuat kotak pembatas pada kotak tersebut, klik kanan lalu copy dan ctrl+v maka kotak keterangan pun akan tercopy

Untuk membuat kotak pembatas pada kotak tersebut, klik kanan lalu copy dan ctrl+v maka kotak keterangan pun akan tercopy

Lalu sesuaikan antara kotak pembatas untuk nama instansi dengan kotak keterangan dan hasilnya dapat dilihat pada ggambar di atas

Lalu sesuaikan antara kotak pembatas untuk nama instansi dengan kotak keterangan dan hasilnya dapat dilihat pada gambar di atas

klik insert dan kemudian klik teks untuk memasukkan keterangan teks nama instansi

klik insert dan kemudian klik teks untuk memasukkan keterangan teks nama instansi

Kemudian double click pada kotak teks untuk mengedit teks

Kemudian double click pada kotak teks untuk mengedit teks

kemudian ketikkan teks yang akan ditampilkan, pada kotak ini, saya akan menampilkan nama instansi perguruan tinggi

Kemudian ketikkan teks yang akan ditampilkan, pada kotak ini, saya akan menampilkan nama instansi perguruan tinggi dan kemudian klik change symbol untuk mengubah size dan font huruf yang akan digunakan

Pada size, pilih size huruf sesuai kebutuhan, pada kali ini saya memilih sizenya 14

Pada size, pilih size huruf sesuai kebutuhan, pada kali ini saya memilih sizenya 14

kemudian klik ok

kemudian klik ok

Setelah menambahkan keterangan instansi, kemudian klik insert dan klik picture untuk menampilkan lambang instansi

Setelah menambahkan keterangan instansi, kemudian klik insert dan klik picture untuk menampilkan lambang instansi

Klik pada gambar yang akan dipilih

Klik pada gambar yang akan dipilih

Kemudian klik insert dan klik text untuk memberikan keterangan judul peta

Kemudian klik insert dan klik text untuk memberikan keterangan judul peta

Kemudian double click pada kotak keterangan judul peta dan akan muncul kotak properties untuk mengedit tulisan

Kemudian double click pada kotak keterangan judul peta dan akan muncul kotak properties untuk mengedit tulisan

Kemudian klik change symbol untuk mengedit ukuran huruf. Kali ini saya menggunakan ukuran huruf 12

Kemudian klik change symbol untuk mengedit ukuran huruf. Kali ini saya menggunakan ukuran huruf 12

Kemudian klik ok

Kemudian klik ok

Kemudian klik insert dan klik scale bar untuk menambahkan skala batang pada kotak keterangan

Kemudian klik insert dan klik scale bar untuk menambahkan skala batang pada kotak keterangan

Kemudian pilih salah satu skala batang. Kali ini saya memilih alternating scale bar 2

Kemudian pilih salah satu skala batang. Kali ini saya memilih alternating scale bar 2

kemudian klik properties untuk mengedit skala batang

kemudian klik properties untuk mengedit skala batang

Pada division units, yang awalnya decimal degree, saya ubah menjadi kilometers (sesuai kebutuhan)

Pada division units, yang awalnya decimal degree, saya ubah menjadi kilometers (sesuai kebutuhan)

Pada label, saya mengganti tulisan kilometers menjadi km

Pada label, saya mengganti tulisan kilometers menjadi Km

Kemudian klik scale text untuk menambahkan skala teks pada kotak keterangan

Kemudian klik scale text untuk menambahkan skala teks pada kotak keterangan

Pilih salah satu teks skala. Kali ini saya menggunakan teks skala absolute scale

Pilih salah satu scale text. Kali ini saya menggunakan scale text absolute scale

Kemudian klik insert dan north arrow untuk menambahkan arah mata angin

Kemudian klik insert dan north arrow untuk menambahkan arah mata angin

Kemudian pilih salah satu north arrow. Kali ini saya memilih ESRI north 12

Kemudian pilih salah satu north arrow. Kali ini saya memilih ESRI north 12

Kemudian klik insert dan klik legend untuk memberikan keterangan legenda pada kolom keterangan

Kemudian klik insert dan klik legend untuk memberikan keterangan legenda pada kolom keterangan

Pada lgend item, pilih yang landuse karena di dalamnya terdapat data-data lenduse yang akan ditampilkan pada kolom keterangan, kemudian klik next

Pada legend item, pilih yang landuse karena di dalamnya terdapat data-data lenduse yang akan ditampilkan pada kolom keterangan, kemudian klik next

Pada legend title, ketikkan legenda, kemudian klik next

Pada legend title, ketikkan legenda, kemudian klik next

Klik next

Klik next

Kemudian klik finish

Kemudian klik next

Kemudian klik finish

Kemudian klik finish

Untuk menambahkan grid, klik kanan pada peta, kemudian klik properties

Untuk menambahkan grid, klik kanan pada peta, kemudian klik properties

Kemudian klik kolom grids dan klik next

Kemudian klik kolom grids dan klik next

Klik next lagi

Klik next lagi

Klik next

Klik next

Klik next

Klik next

Kemudian klik finish

Kemudian klik finish

Tambahkan juga keterangan sumber menggunakan keterangan teks, lalu untuk mengubah file arcgis menjadi file jpg/png adalah dengan mengklik file, kemudian export map

Tambahkan juga keterangan sumber menggunakan keterangan teks, lalu untuk mengubah file arcgis menjadi file jpg/png adalah dengan mengklik file, kemudian export map

Kemudian, isikan file name dan save astype diisi dengan jpeg dengan resolusi 140 dpi (resolusi sebaiknya diperbesar agar gambar tidak pecah)

Kemudian, isikan file name dan save as type diisi dengan jpeg dengan resolusi 140 dpi (resolusi sebaiknya diperbesar agar gambar tidak pecah)

Dan inilah hasil layout petanya

Dan inilah hasil layout petanya

Cara yang mudah bukan ? untuk menginsert peta orientasi Insya Allah akan diupload pada tulisan berikutnya. Terima kasih. Have you enjoy when you read this article and may this article give you any information🙂

Penggunaan Arc Toolbox Serta Merge dan Clip Pada Editor

28 Des

Hai, pada pertemuan ini saya akan membahas penggunaan merge yang berada pada Data Management Tools di Arc Toolbox serta penggunaan merge pada tools lainnya, yaitu editor. Selain itu pula, pada editor, kita dapat menggunakan clip untuk menyatukan antara hasil digitasi yang sudah ada dengan hasil digitasi yang baru akan kita buat dengan cara “menjepitkannya”. Berikut ini merupakan peta pada pertemuan yang lalu di mana semua informasi pada peta seperti jalan, bangunan dan sungai yang telah didigit akan dimerge untuk membuat keterangan yang sama yang terdapat pada attribute table menjadi sebuah keterangan saja. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pengguna GIS ketika pada saat membuka attribute table. Selain itu pula, pada pembahasan kali ini, merge pada arctoolbox digunakan untuk menggabungkan beberapa attribute table menjadi sebuah layer yang berisi penggabungan dari beberapa attribute table. Tujuan dari pembuatan beberapa attribute table menjadi satu buah attribute table digunakan ketika kita ingin menambahkan digitasi baru pada semua layer tersebut, seperti contoh kasus di sini yaitu penambahan lahan RTH. Langkah-langkahnya adalah:

1

Buka file yang sudah didigit beserta file shp-nya

Kemudian klik kanan pada file shp bangunan dan open attribute table

Kemudian klik kanan pada file shp bangunan dan open attribute table

Setelah itu, untuk menjadikan beberapa keterangan yang sama pada attribute table menjadi satu buah saja keterangan, maka blok semua keterangan yang sama tersebut, kemudian klik start editing pada editor dan klik lagi merge

Setelah itu, untuk menjadikan beberapa keterangan yang sama pada attribute table menjadi satu buah saja keterangan, maka blok semua keterangan yang sama tersebut (pada layar, keterangan bangunan dengan nama perumahan yang akan dimerge), kemudian klik start editing pada editor dan klik lagi merge

Kemudian klik ok pada box merge

Kemudian klik ok pada box merge

Setelah itu, lakukan hal yang sama pada setiap keterangan yang sama dan hasilnya dapat dilihat pada gambar di atas

Setelah itu, lakukan hal yang sama pada setiap keterangan yang sama dan hasilnya dapat dilihat pada gambar di atas

Setelah itu, untuk menyatukan attribute table pada 3 data shp (bangunan, jalan dan sungai) mengunakan data management tools

Setelah itu, untuk menyatukan attribute table pada 3 data shp (bangunan, jalan dan sungai) mengunakan data management tools

 

Kemudian klik general, lalu klik merge

Kemudian klik general, lalu klik merge

Setelah itu, pada input datasets, kita masukkan file-file shp yang dimana di dalamnya terdapat data digitasi pada attribute table

Kemudian klik general lalu klik merge

8

Setelah itu, pada input datasets, kita masukkan file-file shp yang dimana di dalamnya terdapat data digitasi pada attribute table

Setelah itu, pada output dataset, kita pilih dimana kita mau menempatkan file shp kita

Setelah itu, pada output dataset, kita pilih dimana kita mau menempatkan file shp kita

Kemudian save pada folder yang telah kita buat sebelumnya

Kemudian save pada folder yang telah kita buat sebelumnya

Kemudian klik ok

Kemudian klik ok

Setelah itu, akan terlihat prose pada kotak merge

Setelah itu, akan terlihat proses pada kotak merge dan klik close jika proses telah completed. Dan jika semua bangunan berwarna sama, maka proses merge telah berhasil

Buka atributte table, lalu akn terlihat pada keterangannya bahwa kita telah menyatukan beberapa attribute table

Buka atributte table, lalu akan terlihat pada keterangannya bahwa kita telah menyatukan beberapa attribute table

Kemudian klik editor dan start editing lagi untuk membuat digitasi tambahan, yaitu RTH

Kemudian klik editor dan start editing lagi untuk membuat digitasi tambahan, yaitu RTH

Klik sketch tool

Klik sketch tool

Kemudian ganti target dengan file shp yang attribute tablenya sudah tergabung

Kemudian ganti target dengan file shp yang attribute tablenya sudah tergabung

Kemudian mulai digit di luar kawasan tersebut dan setetah selesai, klik kanan dan finish sketch

Kemudian mulai digit di luar kawasan tersebut dan setetah selesai, klik kanan dan finish sketch

Maka daerah yang kita digitasi pun akan tampak menutupi area yang pernah sebelumnya kita digit

Maka daerah yang kita digitasi pun akan tampak menutupi area yang pernah sebelumnya kita digit

20

Kemudian buka attribute table, maka akan ada satu baris kotak keterangan baru hasil digitasi kita yang harus diisikan, isi dengan nama RTH

Kemudian klik pada baris keterangan bangunan yang kita sudah digit yang berada pada attribute table, kemudian klik editor dan clip

Kemudian klik pada baris keterangan bangunan yang kita sudah digit yang berada pada attribute table, kemudian klik editor dan clip

Setelah itu, lakukan hal yang sama pada setiap baris bangunan yang berada di attribute table (kecuali baris keterangan RTH) sehingga telah muncul semua bangunan yang kita telah digit dan kemudian klik kanan pada file shp untuk pemberian legenda

Setelah itu, lakukan hal yang sama pada setiap baris bangunan yang berada di attribute table (kecuali baris keterangan RTH) sehingga telah muncul semua bangunan yang kita telah digit dan kemudian klik kanan pada file shp untuk pemberian legenda

Klik categories kemudian ganti value field dengan keterangan dan klik add all values lalu klik ok

Klik categories kemudian ganti value field dengan keterangan dan klik add all values lalu klik ok

Maka pada file shp tersebut akan terlihat legenda keterangan dan penambahan hasil digitasi kita untuk kawasan yang belum didigitasi sudah terdigitasi dengan nama keterangan RTH

Maka pada file shp tersebut akan terlihat legenda keterangan dan penambahan hasil digitasi kita untuk kawasan yang belum didigitasi sudah terdigitasi dengan nama keterangan RTH

 

Sekian, semoga bermanfaat🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Digitasi Jalan

18 Des

Halo, pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang digitasi jalan yang telah dipelajari pada pelajaran minggu lalu. Untuk mendigit jalan sebenarnya sama dengan pada saat mendigit bangunan, karena pada saat pen-digitasian jalan, shp yang digunakan adalah polygon. Berikut ini merupakan langkah-langkah pen-digitasian jalan menggunakan shp polygon. So, check this out !

Buka file peta yang sudah didigit dan buka file shpnya

Buka file peta yang sudah didigit dan buka file shpnya

Kemudian klik start editing

Kemudian klik start editing

Kemudian ganti target dengan jalan polygon karena jalan yang akan didigit berupa shp polygon

Kemudian ganti target dengan jalan polygon karena jalan yang akan didigit berupa shp polygon

Kemudian klik sketch tools untuk memulai digitasi

Kemudian klik sketch tools untuk memulai digitasi

Setelah didigit, kemudian klik kanan dan klik finish sketch

Setelah didigit, kemudian klik kanan dan klik finish sketch

Kemudian digit jalan yang lain dengan menggunakan langkah yang sama seperti saat kita mendigit jalan yang pertama

Kemudian digit jalan yang lain dengan menggunakan langkah yang sama seperti saat kita mendigit jalan yang pertama

Kemudian kil edit tool

Kemudian klik edit tool

kemudian klik edit tool untuk memerge jalan yang terpotong. Sambil mengklik edit tool, tekan shift untuk menandai jalan polygon lainnya dan kemudian klik editor dan klik merge

kemudian klik edit tool untuk memerge jalan yang terpotong. Sambil mengklik edit tool, tekan shift untuk menandai jalan polygon lainnya dan kemudian klik editor dan klik merge

Kemudian klik ok pada box merge

Kemudian klik ok pada box merge

Setelah dimerge, garis-garis pemotong jalan tersebut pun akan hilang

Setelah dimerge, garis-garis pemotong jalan tersebut pun akan hilang

Untuk membuat belokan, maka klik end point arc tool

Untuk membuat belokan, maka klik end point arc tool

Setelah menggunakan end point arc tool dan sketch tool, maka terbentuklah sebuah jalan baru yang sudah didigit

Setelah menggunakan end point arc tool dan sketch tool, maka terbentuklah sebuah jalan baru yang sudah didigit

Kemudian klik ok pada box merge

Kemudian klik ok pada box merge

Maka akan terlihat jalan yang terpotong yang sudah dimerge

Maka akan terlihat jalan yang terpotong yang sudah dimerge

Setelah semua jalan didigit, jangan lupa untuk menyimpan hasil digitasi dengan mengklik editor dan kemudian klik save edits

Setelah semua jalan didigit, jangan lupa untuk menyimpan hasil digitasi dengan mengklik editor dan kemudian klik save edits

Oke, sekian, terimakasih. Semoga bermanfaat🙂

Digitasi

11 Des

Halo, pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang digitasi yang telah dipelajari pada hari sabtu minggu lalu. Setelah pada tulisan yang lalu kita belajar tentang georeferencing daerah Rengas Dengklok, kali ini kita akan belajar men-digit landuse yang berada di daerah Karawang juga, yaitu tepatnya daerah sekitar alun-alun Karawang, oke, check this out🙂

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah buka arcMap dan arcCatalog yang berada di arcGis. Setelah itu, add data file data raster yang akan didigit. Saya menggunakan data raster peta google earth sekitar alun-alun Karawang. Oya, sebelum men-digit, data raster harus digeorefencing dulu ya. Lalu buka arcCatalog, klik kanan pada folder yang berisi data raster yang telah kita tambah di arcMap, setelah itu klik new, lalu klik shapefile. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada gambar berikut ini

Membuat file data vektor di arcCatalog

Membuat file data vektor di arcCatalog

Setelah itu, terdapat kotak create new shapefile, dan ketikkan bangunan pada kotak name, karena bangunan merupakan sebuah area, maka pada feature type, isikan polygon. Kemudian klik edit

Setelah itu, terdapat kotak create new shapefile, dan ketikkan bangunan pada kotak name, karena bangunan merupakan sebuah area, maka pada feature type, isikan polygon. Kemudian klik edit

kemudian klik Geographic Coordinate System

kemudian klik Geographic Coordinate System

Kemudian klik world

Kemudian klik world

Kemudian klik WGS 1984

Kemudian klik WGS 1984

Kemudian klik ok

Kemudian klik ok

Kemudian klik ok

Kemudian klik ok

Setelah file data vektor bangunan dibuat, buat lagi file data vektor jalan dan sungai dalam bentuk polygon dan polyline seperti langkah pada saat membuat data vektor bangunan

Setelah file data vektor bangunan dibuat, buat lagi file data vektor jalan dan sungai dalam bentuk polygon dan polyline seperti langkah pada saat membuat data vektor bangunan

Kemudian tambahkan file-file data vektor yang telah dibuat, seperti file data vektor bangunan, jalan dan sungai

Kemudian tambahkan file-file data vektor yang telah dibuat, seperti file data vektor bangunan, jalan dan sungai

Kemudian klik kanan pada layer bangunan dan pilih open attribute table untuk menambahkan data yang ada di peta raster yang akan didigit

Kemudian klik kanan pada layer bangunan dan pilih open attribute table untuk menambahkan data yang ada di peta raster yang akan didigit

Kemudian klik add field

Kemudian klik option, lalu klik add field

Kemudian pada kolom name, isikan dengan keterangan dengan type text dan klik ok

Kemudian pada kolom name, isikan dengan keterangan dengan type text dan klik ok

kemudian tambahkan juga pada kolom name luas wilayah dengan type double di kotak add field kedua

kemudian tambahkan juga pada kolom name luas wilayah dengan type double di kotak add field kedua

Kemudian pada kolom attributes, akan muncul kolom keterangan dan luas wilayah seperti yang tadi kita tambahkan

Kemudian pada kolom attributes, akan muncul kolom keterangan dan luas wilayah seperti yang tadi kita tambahkan

Untuk memulai digitasi, klik kanan pada tools dan checklist tools editor untuk menampilkan tools tersebut

Untuk memulai digitasi, klik kanan pada tools dan checklist tools editor untuk menampilkan tools tersebut

Kemudian klik editor pada tools editor dan klik start editing untuk memulai proses digitasi

Kemudian klik editor pada tools editor dan klik start editing untuk memulai proses digitasi

Kemudian klik tools gambar pensil

Kemudian klik tools yang bergambar pensil

Lalu mulai digit peta dan klik kanan, pilih finish sketch

Lalu mulai digit peta dan klik kanan, pilih finish sketch

Maka akan terlihat kotak bangunan yang telah kita digit

Maka akan terlihat kotak bangunan yang telah kita digit

Kemudian klik kanan pada layer bangunan dan open attribute tabel untuk mengisi keterangan daerah yang kita digit di kolom keterangan

Kemudian klik kanan pada layer bangunan dan open attribute tabel untuk mengisi keterangan daerah yang kita digit di kolom keterangan

Kemudian pada kolom keterangan, isikan dengan perumahan karena daerah yang telah didigitasi merupakan perumahan

Kemudian pada kolom keterangan, isikan dengan perumahan karena daerah yang telah didigitasi merupakan perumahan

Untuk menyimpan data digitasi pada peta yang telah kita kerjakan, klik ediotor kemudian klik save edits. Lakukan cara yang sama untuk men-digit landuse yang berada di daerah tersebut

Untuk menyimpan data digitasi pada peta yang telah kita kerjakan, klik ediotor kemudian klik save edits. Lakukan cara yang sama untuk men-digit landuse yang berada di daerah tersebut

Setelah dilakukan pen-digitan, maka hasilnya akan seperti gambar di atas

Setelah dilakukan pen-digitan, maka hasilnya akan seperti gambar di atas

Untuk pen-digitan jalan dan sungai juga sama seperti pen-digitan landuse. Oke, semoga tulisan ini bermanfaat🙂

Georeferencing part 2

26 Nov

Setelah mempelajari tentang georeferencing, tulisan ini akan membahas bagaimana memberi koordinat pada data raster yang berasal dari citra satelit dengan memanfaatkan data raster gambar peta yang sudah sebelumnya diberikan koordinat terlebih dahulu. Sebagai contoh, diambil peta Jawa Barat yang sudah diberikan titik koordinat dengan data citra Jawa Barat yang belum memiliki koordinat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada langkah-langkah berikut ini :

geo1

langkah pertama adalah pilih peta Jawa barat yang sudah diberikan titik koordinat.

geo 2

Ambil peta citra satelit Jawa Barat yang akan diberikan titik koordinat.

Geo 3

Setelah itu maka akan tampak peta citra satelit Jawa Barat.

Geo4

Setelah itu, geser layer peta Jabar ke atas agar bisa terihat, karena jika posisinya di bawah layer peta citra satelit, maka peta tersebut tidak akan terlihat. Setelah itu, layer pada toolbar georefencing harus peta Jabar yang sudah diberikan titik koordinat. Untuk membuka peta Jabar, klik kanan kemudian pilih zoom to layer.

Geo 5

Setelah itu, zoom in untuk menentukan titik mana yang dijadikan acuan untuk meng-georefencingkan peta citra satelit. Klik add control points.

Geo 6

Klik pada titik yang dijadikan acuan untuk meng-georeferencingkan peta citra satelit. Setelah diklik, arahkan pada layer peta citra satelit (Jabar.jpg).

Geo 7

Arahkan garis titik koordinat pada peta Jabar ke titik yang sama (titik yang akan digeoreferencingkan) pada citra satelit.

Geo 8

Setelah itu, maka akan muncul tanda plus merah pada peta citra satelit yang telah kita georeferencingkan. Itu tandanya kita telah berhasil menambahkan koordinat pada peta citra satelit tersebut.

Geo 9

Untuk melihat hasil georeferencing, kita dapat meg-zoom out salah satu layer, dan akan terlihat hasilnya seperti gambar di atas tersebut.

Geo 10

Setelah itu, berikan koordinat lagi pada citra satelit Jabar dengan langkah langkah yang sama dan kemudian klik georeferencing dan kemudian klik update georefencing untuk menyimpan koordinat pada citra satelit.

Langkah yang mudah bukan ?🙂 Di dalam tulisan ini juga saya ingin berbagi tentang materi yang akan dipelajari pada minggu depan, yaitu kami akan membuat digitasi peta citra satelit yang telah diberikan titik koordinat dari daerah kami masing-masing. Karena saya berasal dari Karawang, maka saya mengambil Rengas Dengklok, yaitu kawasan jalan Proklamasi di mana terdapat Tugu Proklamasi. Mengapa saya mengambil Rengas Dengklok ? Karena Rengas Dengklok merupakan lokasi yang sangat bersejarah. Karena di lokasi ini, Bapak Presiden Soekarno dan Bapak wakil Presiden Moh. Hatta merumuskan teks proklamasi dan berpotensi sebagai kawasan wisata sejarah. Oke, di bawah ini merupakan gambar citra satelit Kawasan Jalan Proklamasi, Rengas Dengklok

titik koordinat Rengasdengklok

Kawasan Jalan Proklamasi, Rengas Dengklok, Karawang.

Setelah peta citra satelitnya diberi pin untuk menandai titik-titik koordinat, di bawah ini merupakan langkah-langkah untuk memberikan koordinat pada peta citra satelit tersebut. Pada dasarnya, langkah yang dilakukan sama seperti pada saat kita ingin memberikan titik-titik koordinat seperti pada data raster, akan tetapi, karena di sini titik koordinatnya tidak tertulis, maka harus diberikan pin dan kita catat koordinatnya. Oke, berikut ini merupakan langkah untuk memberikan koordinat pada peta citra satelit ini.

1

Langkah pertama adalah buka file peta citra satelit tersebut.

2

Langkah ke 2 adalah klik kanan, kemudian klik data frame properties untuk menentukan titik koordinat apa yang akan kita gunakan.

3

Klik predefined dan pilh geographic coordinat system karena koordinat yang kita gunakan memiliki satuan derajat.

4

Kemudian klik world.

5

Klik WGS 1984.

6

Kemudian klik add control points.

7

Kemudian klik input DMS of Lon and Lat untuk menuliskan titik koordinat berdasarkan garis lintang dan garis bujur.

8

Masukkan titik-titik koordinat yang sudah sebelumnya kita tulis, kemudian klik ok.

9

Kemudian klik zoom to layer untuk menampilkan peta yang sudah diberikan titik-titik koordinat tadi. Lakukan langkah-langkah yang sama untuk menentukan titik-titik koordinat pada titik 2,3 dan 4.

10

Untuk mengupdate georeferencing, klik georeferencing dan klik update georeferencing.

Sekian, terima kasih sudah membaca artikel ini and hope you get any information from this article🙂

Urban and Regional Planning

This is about urban and regional planning knowledge