Georeferencing

22 Nov
Pada tulisan ini akan membahas tentang georeferencing. Oke, semoga bermanfaat🙂
  1. Georeferencing

              Georeferencing adalah proses penempatan objek berupa raster atau image yang belum mempunyai acuan sistem koordinat ke dalam sitem koordinat dan proyeksi tertentu. Pada GIS, ada 2 sistem koordinat, yaitu geographic coordinate system/sistem koordinat geografi dan projected coordinate system/sistem koordinat proyeksi. Untuk memudahkan dalam menentukan sistem koordinat yang akan digunakan bisa ditandai dengan penggunaan degree/derajat pada sistem koordinat geografi dan meter pada sistem koordinat proyeksi. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan pada kedua sistem koordinat tersebut. Kelebihan dari sistem koordinat geografi adalah dapat menganalisis secara mudah, sedangkan kelebihan dari sistem proyeksi adalah lebih detail karena satuannya meter sehingga luasannya bisa dihitung dengan mudah. Kekurangan dari sistem koordinat geografi adalah tidak dapat menghitung luasan/panjang pada sistem GIS dan jika perhitungan tersebut dilakukan, tinggat error yang dihasilkan pun akan tinggi, sedangkan kekurangan dari sistem proyeksi adalah karena satuan yang digunakan adalah meter sehingga hanya bisa menganalisis satu kawasan saja.

            Secara umum,tahapan georeferencing pada data raster adalah sebagai berikut :

langkah georefencing

Pertama-tama, buka arcmap dari komputer/laptop

georefencing1

Setelah itu, add data file data raster

georefencing2

klik kanan pada toolbar jika tab georeferencing belum ada, setelah diklik kanan, ceklis tulisan georeferencing

georefencing3

Setelah file muncul, klik kanan, data frame properties

georefencing4

klik coordinate system, kemudian klik predifened dan geographic coordinate sytem, karena data raster yang digunakan menggunakan keterangan derajat (ciri geographic coordinate system)

klik world

georefencing6

kemudian klik wgs 1984. Mengapa menggunakan wgs 1984? karena di pemetaan dan pengukuran di Indonesia menggunakan ukuran ellipsoid ini

georefencing7

kemudian klik add control point untuk menentukan koordinat

georefencing8

simpan titik koordinat tersebut di antara titik 8′ dan 6′ (contoh), kemudian klik kanan dan klik input DMS of Lon and Lat, untuk menginput angka lintang dan bujur

georefencing9

Untuk longitude/bujur, isikan degree 8, minute 0 dan second 0. Sedangkan untuk latitude/lintang, sisikan degree 6, minute 0 dan second 0, lalu klik ok

georefencing10

Setelah itu, lihat pada data raster, ada tanda plus yang berwana merah, itu berarti, koordinat yang kita isikan sudah benar dan sudah tersimpan pada data raster tersebut

Untuk menyimpan file hasil georeferencing, klik tool georeferencing pada georeferencing toolbar kemudian pilih update georeferencing. Update georeferencing adalah penyimpanan data raster (citra atau peta digital) yang hanya menambahkan file sistem koordinat saja tanpa merubah file bentuk rasternya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Urban and Regional Planning

This is about urban and regional planning knowledge

%d blogger menyukai ini: